MASIH SIAGA GEMPA, SHALAT IED DI LENEK AKAN DIALIHKAN KE LAPANGAN

ilustrasi shalat ied di lapangan

Lenek Pesiraman – Mengingat kondisi yang terjadi baru-baru ini di Pulau Lombok, yaitu gempa berkekuatan 7,0 SR yang diikuti ratusan gempa-gempa susulan dengan skala yang lebih kecil, masyarakat Lombok masih berada dalam keadaan trauma pasca bencana gempa. Bahkan sebagian besar penduduk belum berani masuk ke dalam bangunan dan memilih tinggal di tenda pengungsian. Hal ini disebabkan karena hingga beberapa hari belakangan ini, gempa-gempa susulan masih tetap terasa di beberapa daerah, dan diperkirakan masih tetap berjalan hingga beberapa hari setelahnya.

Sementara itu, pada Rabu, tanggal 22 Agustus 2018 nanti, yang bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1439 H akan dilaksanakan perayaan Hari Raya Idul Adha (Idul Qurban). Mengantisipasi kecemasan masyarakat, Pemerintah dan Panitia Hari Raya Idul Adha mengalihkan pelaksanaan shalat Ied, yang biasanya dilaksanakan di Masjid Qiblatul Mustakim Lenek ke Lapangan Wirangbaya Lenek yang terletak di Nyelak Desa Lenek Pesiraman.

Pada tahun-tahun sebelumnya, Masjid Qiblatul Mustakim Lenek mampu menampung jamaah dari dua desa, yaitu Desa Lenek dan Desa Lenek Pesiraman, dalam pelaksanaan shalat Ied. Lantai dasar digunakaan untuk jamaah laki-laki, dan lantai dua masjid digunakan untuk jamaah perempuan. Akan tetapi pada perayaan shalat Idul Adha tahun ini, dikhawatirkan pelaksanaan shalat ied di masjid masih belum bisa kondusif, mengingat kondisi masyarakat yang masih was-was akan adanya gempa susulan dan kondisi masjid yang masih dalam tahap pembangunan dan pembenahan.

Untuk itu, atas dasar pertimbangan berbagai pihak, panitia merencanakan akan mengalihkan perayaan shalat ied di lapangan terbuka demi kelancaran dan kondusifitas pelaksanaan shalat Idul Adha tahun ini.

Akan tetapi, mengingat keterbatasan fasilitas yang ada di Lapangan Wirangbaya Lenek, terutama masalah keran air dan alas shalat, panitia meminta inisiatif masyarakat Lenek untuk berwudu di rumah sebelum berangkat ke lokasi pelaksanaan shalat ied serta membawa alas shalat sendiri.

Sementara ini, panitia hanya menyiapkan keran air yang berada di lokasi SDN 04 Lenek, Kantor Desa Lenek Pesiraman dan PAUD Al-Ikhlas. Karena jumlah keran air yang terbatas, keran air ini ditujukan untuk jamaah yang batal wudhu di tengah-tengah pelaksanaan Shalat Idul Adha. Demikian juga dengan alas shalat, panitia hanya menyediakan alas shalat di beberapa shaf, sehigga untuk yang lainnya, masyarakat diminta menyediakan sendiri keperluan tersebut.

Dan bagi masyarakat yang membawa kendaraan, panitia bekerja sama dengan SDN 04 Lenek menyediakan lapangan sekolah sebagai area parkir. Masyarakat dilarang membawa kendaraan ke area lapangan dan jalan sekitar lapangan yang digunakan sebagai lokasi shalat ied demi kenyamanan dan kelancaran pelaksanaan shalat hari raya. Demikian informasi pelaksanaan Hari Raya Idul Adha tahun 1439 H, masyarakat diimbau untuk bekerja sama dengan baik. (lenekpesiraman/*)