(Kamus) Bangga Basa Lenek; “NYAWAT! NA NYERANG NGA?!”

(Gambar/ilustrasi) sumber: Google Images

Lenek Pesiraman – Basa Lenek juga merupakan salah satu dialek Bahasa Sasak yang memiliki keunikan tersendiri. Ada beberapa kosa kata dan frasa unik yang hanya dipakai dalam Bahasa Sasak dialek Lenek ini. Tentunya, anda sebagai masyarakat Lenek atau anda yang memiliki teman atau kerabat dari Lenek, sudah sering mendengar kosa kata dan frasa-frasa unik tersebut.

Tetapi dalam tulisan kali ini, hanya akan dibahas dua frasa unik yang paling paling sering digunakan dan didengar dalam perbincangan yang menggunakan Basa Lenek, mengenai arti dan penggunaannya dalam obrolan sehari-hari.

  • “Nyawat!”

Kata “Nyawat!” tidak memiliki terjemahan khusus dalam Bahasa Indonesia, juga tidak memiliki makna khusus dalam Bahasa Sasak. Nyawat biasanya digunakan sebagai ungkapan keheranan terhadap sesuatu yang berlebih-lebihan. Penggunaannya hampir mirip dengan kosa kata yang baru muncul dalam Bahasa Indonesia, yaitu lebay. Tetapi, ungkapan nyawat ini lebih kepada protes/komentar miring untuk mengungkapkan perasaan ketidaksetujuan terhadap sesuatu yang dianggap terlalu atau berlebihan.

Seperti katanya Bung Rhoma; “Sungguh terlalu!”,

Orang lenek berkata; “NYAWAT!”, atau dalam versi yang sangat keterlaluan orang lenek berkata: “Kenyawatan!”(Praktis kan?!)

  • “Na nyerang nga!”

Frasa kedua dalam pembahasan kali ini adalah “Na nyerang nga?!”. Frasa ini tampak seperti terdiri dari tiga kata. Akan tetapi sebenarnya, ketiga kata tersebut jika dipisah-pisahkan tidak bermakna apa-apa dan hanya memiliki makna jika diikuti oleh kosa kata lain (semisal imbuhan), seperti:

– Contoh penggunaan kata na; “Na mangan.” ( mangan = makan ), sementara “Na mangan.” berarti “Dia sedang makan.”

– Contoh penggunaan kata nga; “Nga ngeno.” ( ngeno = begitu), sementara “Nga ngeno.” (yang versi lengkapnya berbunyi “ling nga ngeno”) berarti “Begitu katanya”.

dan terakhir (yang merupakan pokok pembahasan kali ini)

– Contoh penggunaan kata nyerang; “Nyerang bae?” “Nyerang nga?” “Nyerang ke?” “Na nyerang nga?!”. Keempat frasa ini memiliki makna hampir sama, tetapi digunakan dalam kondisi yang berbeda. Kata nyerang memiliki makna serupa dengan kata tanya “Masa’?” dalam Bahasa Indonesia. Tetapi penggunaan kata nyerang selalu diikuti oleh penggunaan kata lain sebagai imbuhan. Nyerang juga merupakan kata khusus kalimat tanya, tidak pernah digunakan dalam kalimat lain di luar itu.

Berikut penggunaan kalimat dengan kata nyerang;

“Nyerang bae?!” atau “Nyerang ke?” digunakan dalam kondisi yang sama, yaitu menyangkal kebenaran sebuah informasi yang didengar. Hampir semakna dengan kalimat menyangkal dalam Bahasa Indonesia; “Yang benar saja!”

“Na nyerang nga?” atau dalam bentuk singkatnya “Nyerang nga?” digunakan dalam kondisi mempertanyakan kebenaran sebuah inoformasi. Hampir semakna dengan kalimat tanya dalam Bahasa Indonesia; “Masa sih?”

(lenekpesiraman/R)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.