MANGAN KELOR; TRADISI UNIK MASYARAKAT LENEK

Gambar: Foto Mangan Kelor di Desa Lenek Pesiraman

(Lenek Pesiraman) – Salah satu tradisi unik yang hanya dimiliki masyarakat Desa Lenek adalah tradisi “Mangan Kelor”. Mangan Kelor adalah bentuk lain dari tradisi begibung, yang dalam bahasa Sasak berarti ‘Makan Bersama’. Istilah Mangan Kelor ini sendiri berasal dari kata “Mangan” yang berarti makan, dan “Kelor” yang juga dalam bahasa Sasak umumnya berarti makanan, dalam hal ini memiliki makna khas dalam bahasa Sasak Lenek yaitu jenis masakan lauk-pauk khas begawe*) berupa masakan daging atau sayur-mayur**) yang dimasak dalam skala besar-besaran. Sehingga istilah Mangan Kelor berarti; memakan atau menikmati bersama-sama masakan begawe.

Begawe adalah bentuk perayaan pesta, syukuran atau peringatan hari-hari tertentu. Uniknya, dalam tradisi masyarakat Sasak, baik itu pesta, syukuran atau peringatan dirayakan dengan cara yang hampir sama. Yang berbeda adalah tujuan dari epen gawe (Yang Empunya Acara). Dari serangkaian acara tersebut, Mangan Kelor merupakan salah satu acara penutup yang menandakan begawe sudah selesai.

Dalam acara Mangan Kelor ini, semua kalangan masyarakat, terutama ibu-ibu, gadis-gadis dan anak-anak, ikut serta membawa wadah masing-masing untuk mengambil jatah makanan yang dibagikan. Makanan yang dibagikan berupa nasi dan lauk pauk yang telah dimasak besar-besaran di dalam acara begawe tersebut. Dengan ini, epen gawe mengajak kerabat, tetangga dan masyarakat umumnya untuk menikmati bersama kemeriahan gawe-nya.

Mangan Kelor mengandung makna filosofis yang cukup dalam sebagai bentuk jati diri masyarakat Lombok, khususnya masyarakat Desa Lenek, yaitu kerja sama dan berbagi rasa. Dalam tradisi Mangan Kelor ini, epen gawe, baik itu gawe pesta, syukuran atau peringatan, mengajak kerabat, tetangga dan masyarakat umum untuk ikut menikmati kemeriahan pesta, perasaan syukur atau peringatan yang di-gawe-kannya. (lenekpesiraman/*)

 

Catatan:

*) Begawe adalah perayaan pesta, syukuran atau peringatan hari-hari tertentu. Seperti pesta pernikahan, syukuran Khitanan, atau peringatan tujuh hari meninggalnya seseorang.

**) Sayur-mayur yang biasa dimasak sebagai kelor atau masakan begawe adalah sayur nangka, pepaya muda, ares (sayur kedebong pisang), koa (sayur dari batang muda pohon kelapa), dan lain-lain jenis sayur yang bisa diproduksi dalam jumlah besar.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.